Rabu, 11 April 2018


DIKTAT KULIAH FISIKA DASAR II
TAHAP PERSIAPAN BERSAMA ITB
Materi Sesuai Dengan Silabus
Mata Kuliah Fisika Dasar II ITB
Oleh:
DR.Eng. Mikrajuddin Abdullah, M.Si.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
2006

Full Text >>> Download <<<
Daftar Isi
Bab 1 Hukum Coulomb dan Hukum Gauss                     1
Bab 2 Potensial Listrik dan Kapasitor                          59
Bab 3 Listrik Arus Searah                                         112
Bab 4 Kemagnetan                                                     158
Bab 5 Hukum Biot Savart                                           189
Bab 6 Hukum Ampere                                                        225
Bab 7 GGL Induksi dan Induktansi                              244
Bab 8 Arus Bolak-Balik                                              299
Bab 9 Besaran Gelombang                                          350
Bab 10 Gejala Gelombang dan Gelombang Bunyi           403
Bab 11 Interferensi Gelombang Elektromagnetik         450
Bab 12 Model Atom dan Molekul                                 514

Full Text >>> Download <<<

Bab 1
Hukum Coulomb dan Hukum Gauss
Newton menemukan bahwa dua buah massa saling tarik-menarik dengan gaya yang berbanding lurus dengan perkalian dua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak keduanya. Coulomb menemukan sifat serupa pada muatan listrik. Dua buah muatan listrik saling mengerjakan gaya yang besarnya berbanding lurus dengan perkalian dua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak keduanya.

Full Text >>> Download <<<


Bab 2
Potensial Listrik dan Kapasitor
Jika kita tempatkan sebuah muatan dalam ruang yang mengandung medan listrik maka muatan yang mula-mula diam akan bergerak. Ini berarti muatan mengalami pertambahan energi kinetik yang semula nol menjadi tidak nol. Pertambahan energi kinetik ini hanya mungkin disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
i) Ada kerja luar yang bekerja pada muatan, atau
ii) Ada energi lain yang mengalami pengurangan

Jika tidak ada gaya luar yang kita berikan pada muatan, maka pastilah penambahan energi kinetik dibarengi oleh pengurangan energi bentuk lain sehingga energi total konstan (hukum kekekalan energi). Energi bentuk lain yang paling mungkin dimiliki partikel tersebut adalah energi potensial. Dengan demikian, partikel bermuatan listrik yang berada dalam ruang yang mengandung medan listrik memiliki energi potensial listrik.

Full Text >>> Download <<<

Bab 3
Listrik Arus Searah

Pada bab ini kita akan mempelajari arus searah dan rangkaian arus searah. Arus bolak-balik dan
rangkaian arus bolak-balik akan dipelajari di bab 8 setelah kita mempelajari induksi
elektromagnetik. Ini karena ada hubungan kuat antara arus bolak-balik dengan induksi
elektromagnetik.


Full Text >>> Download <<<

BAB 4
Kemagnetan
Setelah cukup banyak membahas kelistrikan pada beberapa Bab terdahulu, pada bagian ini kita akan belajar fenomena lain yang sangat penting, yaitu kemagnetan. Fenomena ini sering kita amati dalam kehidupan sehari-hari. Contoh fenomena kemagnetan adalah pergerakan jarum kompas menuju arah utara selatan (lebih tepatnya mendekati arah utara selatan), tarikan atau tolakan dua batang magnet, terjadinya aurora di dekat kutub bumi, dan sebagainya. Dan ternyata para ahli fisika telah menemukan hubungan yang sangat erat antara fenomena kelistrikan dan kemagnetan. Kelistrikan dapat dihasilkan oleh proses pada magnet, dan sebaliknya kemagnetan dapat dihasilkan oleh proses pada listrik. Oleh karena itu kelistrikan dan kemagnetan dapat dipandang sebagai satu fenomena saja yang sekarang dinamai electromagnet (elektro dan magnet)

Full Text >>> Download <<<

Bab 5
Hukum Biot Savart
Kita sudah cukup banyak membahas tentang kemagnetan pada Bab 4. Namun kita lebih menekankan pada medan magnet yang dihasilkan oleh magnet permanen. Pertanyaan berikutnya adalah apakah hanya magnet permanen yang dapat menghasilkan medan magnet? Adakah cara lain menghasilkan medan magnet?

Ternyata jawabannya ada yaitu dengan cara induksi. Medan magnet dapat dihasilkan juga oleh arus listrik. Kesimpulan ini dapat ditunjukkan dengan pengamatan sederhana berikut ini. Jika di sekitar kawat konduktor kalian dekatkan sebuah jarum kompas, kalian tidak mengamati efek apa-apa pada jarum tersebut. Tetapi, begitu kawat dialiri arus listrik, kalian mengamati pembelokan yang dilakukan jarum kompas. Pengamatan ini menunjukkan bahwa kehadiran arus listrik menyebabkan munculnya medan magnet, dan medan magnet inilah yang mempengaruhi jarum kompas

Gaya Lorentz yang dilakukan oleh medan magnet pada arus listrik dapat dipandang sebagai gaya antar dua buah magnet karena arus listrik menghasilkan medan magnet di sekitarnya. Pada bab ini kita akan bahas proses terbentuknya medan magnet di sekitar arus listrik. Dengan penekanan pada penggunaan hokum Biot Savart untuk menentukan medan tersebut.


Full Text >>> Download <<<
Bab 6
Hukum Ampere
 Hukum Biot-Savart merupakan hukum yang umum yang digunakan untuk menghitung kuat medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik. Apapun bentuk konduktor yang dialiri arus, dan berapa pun arus yang mengalir, maka kuat medan magnet di sekitar arus tersebut selalu memenuhi hukum Biot-Savart. Namun, kita tidak selalu mudah menentukan kuat medan magnet di sekitar arus dengan menggunakan hukum Biot-Savart. Untuk bentuk kawat yang rumit, maka integral pada hukum Biot-Savart tidak selalu dapat diselesaikan.

Oleh karena itu, perlu dikaji metode alternatif untuk menentukan kuat medan magnet di sekitar arus listrik. Salah satu metode yang cukup sederhana yang akan dibahas di sini adalah hukum Ampere.



Full Text >>> Download <<<
Bab 7
GGL Induksi dan Induktansi
Pada bab-bab terdahulu kita sudah pelajari bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet di sekitarnya. Fenomena ini memiliki makna bahwa kemagnetan dapat dihasilkan oleh peristiwa kelistrikan. Apakah fenomena sebaliknya dapat terjadi? Apakah kelistrikan dapat dihasilkan oleh peristiwa kemagnetan? Topik ini yang akan kita bahas pada bab ini. Dan ternyata kelistrikan dapat dihasilkan oleh peristiwa kemagnetan.


Full Text >>> Download <<<
Bab 8
Arus Bolak-Balik
Kita sudag belajar banyak tentang arus searah maupun rangkaian arus searah pada Bab 3. Sesuai dengan namanya, arus searah adalah arus yang arahnya selalu sama setiap waktu. Besarnya arus bisa berubah-ubah tetapi arahnya selalu sama; misalnya selalu tetap dari kiri ke kanan. Kalau kita plot dalam grafik arus terhadap waktu, di mana arus adalah sumbu vertical dan waktu adalah sumbu horizontal


Full Text >>> Download <<<
Bab 9
Besaran Gelombang
Kalian sudah sering mendengar istilah gelombang seperti gelombang suara, gelombang cahaya, gelombang laut, dan sebagainya. Kalian juga pernah mengamati gelombang seperti gelombang air ketika dijatuhkan batu dipermukaannya atau ketika perahu lewat. Tetapi apakah kalian sudah memahami apa gelombang itu? Bagaimana persamaan-persamaan fisika yang menerangkan gejala gelombang?


Full Text >>> Download <<<
Bab 10
Gejala Gelombang dan Gelombang Bunyi
Kita sudah mempelajari beberapa besaran yang dimiliki gelombang serta persamaan umum yang berlaku bagi gelombang. Pada bab ini kita meningktakan pemahaman kita tentang gelombang dengan mempelajari beberapa sifat yang dimiliki gelombang.


Full Text >>> Download <<<
Bab 11
Interferensi Gelombang Elektromagnetik
Gelombang adalah osilasi yang merambat. Contohnya:
Gelombang air adalah perambatan osilasi permukaan air.
Gelombang tali adalah perambatan osilasi bagian tali.
Gelombang bunyi di udara adalah perambatan osilasi molekul-molekul gas di udara.

Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang hampa atau medium tertentu. Sampainya cahaya matahari dan bintang-bintang ke bumi menunjukkan kemampuan gelombang elektromagnetik merambat dalam ruang hampa. Cahaya yang menembus air dan gelas menunjukkan kemapuan perambatan gelombang elektromagnetik dalam sejumlah bahan. Tetapi tidak semua bahan dapat dilewati gelombang elektromagnetik. Logam adalah contoh bahan yang tidak dapat dilewati gelombang elektromagnetik.


Full Text >>> Download <<<
Bab 12
Model Atom dan Molekul

Semua materi disusun atas atom-atom. Sebelum akhir abad ke-19 atom dipandang sebagai komponen terkecil penyusun materi yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Sifat materi yang satu berbeda dengan sifat materi lainnya karena atom satu materi berbeda dengan atom materi lainnya. Konsep ini bertahan sangat lama karena tidak ada eksperimen yang bisa menunjukkan bahwa atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi. Konsep ini berubah ketika memasuki abad 20. Banyak pengamatan yang tidak dapat diterangkan oleh konsep atom yang tidak dapat dibagi-bagi. Eksperimen-ekperimen tersebut menunjukkan bahwa atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil. Dan konsep inilah yang berlaku hingga sekarang.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Blog Sederhana - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -